Experiencing God

Posted on Juni 12, 2009

0


Mengalami Tuhan bukan dipermukaan..

Ada seorang anak laki-laki yang hidup di suatu pedesaan di Amerika. Anak ini berumur 12 tahun namun sepanjang hidupnya belum pernah melihat pertunjukan sirkus. Dapatkah anda bayangkan bagaimana senangnya anak ini ketika melihat poster di sekolahnya bahwa sabtu depan akan ada pertunjukan sirkus keliling di desanya?

Anak ini segera berlari menemui ayahnya untuk memberitahukan apa yang ia lihat pada poster tersebut, “Ayah, bolehkah saya pergi melihatnya?” Meskipun mereka adalah keluarga yang sangat miskin, namun sang ayah mengerti betapa pentingnya hal ini untuk anaknya tersebut. “Jika engkau dapat menyelesaikan pekerjaan sehari-harimu lebih cepat dari biasanya, ayah akan ijinkan,” katanya. “Nanti ayah akan lihat apakah kita masih punya sisa uang agar engkau dapat melihat pertunjukkan tersebut”, lanjut ayahnya.

Sabtu pagi-nya, anak lelaki tersebut bangun lebih pagi dan dengan segera menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian ia berdiri di depan meja makan sambil mengenakan pakaian sekolah minggunya yang terbaik. Melihat anaknya begitu gembira dan telah siap untuk melihat pertunjukan tersebut, sang ayah segera merogoh kantung celananya dan menyerahkan 1 dollar yang dimilikinya. Uang tersebut merupakan uang yang pernah dimiliki oleh sang anak sepanjang hidupnya. Sang ayah menasehati agar dia berhati-hati, kemudian mengantarnya sampai ke depan rumahnya.

Anak lelaki tersebut begitu antusias, sambil berdendang ia menyusuri jalan menuju tempat pertunjukan sirkus tersebut. Sesampainya di pinggiran desa tersebut, dia melihat antrian orang-orang di jalan dan ia mencari cara agar bisa melihat apa yang sedang terjadi. Ternyata iring-iringan sirkus tersebut telah datang. Mereka datang dalam konvoi parade yang begitu besar. Parade tersebut merupakan hal yang terbesar yang pernah dilihatnya sepanjang hidupnya. Kandang-kandang yang penuh dengan binatang yang terkurung mengawali parade tersebut, diiringi oleh parade marching band dengan hentakan musik yang keras yang terdengar riuh rendah, disusul oleh sekumpulan orang cebol yang mempertunjukan keahliannya dalam bermain bendera dan pita. Akhirnya iring-iringan tersebut diakhiri dengan konvoi badut-badut yang lucu yang berjalan dengan sepatu besar, baju warna-warni disertai dengan hiasan di wajah yang lucu melewati anak lelaki tersebut. Setelah dilihatnya iringan tersebut akan berakhir, anak lelaki tersebut berdiri sambil merogoh kantungnya untuk mengambil uang 1 dolarnya kemudian memberikannya kepada badut yang berjalan paling akhir, setelah itu ia pulang menuju rumahnya. Apa yang terjadi?? Anak lelaki tersebut berfikir bahwa dia telah melihat pertunjukan sirkus ketika dia melihat parade iring-iringan sirkus tersebut.

Banyak dari kita mirip seperti ilustrasi di atas. Kita berfikir jika kita datang hari minggu untuk ibadah, melayani sebagai usher atau pun menjadi worship leader atau kita mengikuti komunitas sel yang ada kita telah mengalami Tuhan. Mengalami Tuhan berarti mengalami pribadinya yang agung dan mulia. Mengalami Tuhan berarti merasakan apa yang Dia rasakan, mengatakan apa yang Dia katakan, melakukan apa yang Dia telah lakukan.

Bagaimana bisa kita merasakan apa yang Tuhan rasakan, jika kita tidak pernah memiliki hati untuk jiwa-jiwa yang terhilang. Bagaimana kita bisa mengatakan apa yang dikatakan-Nya jika kita tidak pernah membaca firman-Nya. Bagaimana kita bisa melakukan apa yang Dia lakukan, jika justru dosalah yang masih kita lakukan.

Tuhan mau kita dapat mengalami Dia hari demi hari. Tuhan mau kita mencari Dia dan mendahului segala hal tentang Dia. Bukan berarti kita tidak memerlukan sesuatu di dunia ini. Tuhan berkata dalam firman-Nya “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepada mu(Mat 6:33)

Marilah kita mengalami Tuhan mulai dari hal yang paling kecil dan sederhana dan mulai lah sejak HARI INI.

admin@inspireyourday

Ilustrasi diterjemahkan bebas dari Hot Illustrations For Youth Talks Wayne Rice, Zonderzan, pp. 56-57

Ditandai:
Posted in: Moment